"Defisit listrik di Sumut bisa teratasi ketika PLTGU GT (Gas Turbin) 2.2 beroperasi. Saat ini sedang di-setting dan sudah dites, jika beroperasi maka ya nggak padam (Sumatera Utara tidak padam lagi listriknya)," ucap Nur ditemui di PLTGU Muara Tawar, Senin (17/3/2014).
PLTGU Belawan GT 2.2 sempat disegel oleh pihak Kejaksaan Agung. Penyegelan tersebut terkait adanya dugaan korupsi pengadaan mesin pembangkit yang melibatkan 5 pejabat PLN di Pembangkit Sumatera Bagian Utara (KITSBU). Proses sidangnya kini sedang berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Nur tidak ingin berjanji kapan waktu PLTGU Belawan GT 2.2 bisa beroperasi, karena pengopersian GT tersebut selesai kadang memakan waktu singkat kadang membutuhkan waktu beberapa minggu.
"Kalau disebutin kapan bisa repot, ini betul-betul kondisi di lapangan, kita nggak tahu masalah di lapangan saja, tapi begitu bisa berfungsi pasti langsung jalan, itu biasanya nggak lama," kata Nur.
Ia mengakui pasokan listrik akan cukup ketika PLTGU Belawan GT 2.2 beroperasi, tetapi sistem kelistrikan perlu cadangan listrik paling tidak 30% dari total daya pasokan listrik.
"Tentu selanjutnya ada PLTU Nagan Raya, 1 unit persiapan performance test di 17 Maret 2014, unit 2 sedang realiability run dalam minggu-minggu ini," tutupnya.
Terkait PLTU Nagan Raya, unit 2 kapasitas 60 MW sedang dalam tahap pengujian mulai 10 Maret 2014 lalu, dan diperkirakan baru akan dapat memasok listrik pada April 2014 untuk unit 1 dan unit 2 nya dengan kapasitas 95 MW baru pada Juni 2014.
(rrd/hen)










































