"Kogas (perusahaan gas Korsel) adalah satu-satunya importir LNG terbesar di dunia," kata CEO of Kogas Seok-Hyo Jang saat membuka pameran gas atau Gastech di KINTEX Seoul, Korea Selatan, Senin (24/3/2014)
Ia mengatakan, bahwa gas alam merupakan bahan bakar era abad 21. Sehingga kebutuhannya diperkirakan akan terus meningkat hingga 50% dibandingkan dari saat ini pada 2020.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seok-Hyo menambahkan, pada 2035 negara seperti China diperkirakan meningkatkan permintaan LNG hingga 4 kali lipat karena didorong pertumbuhan ekonomi yang pesat Negeri Tirai Bambu tersebut.
Ia menggarisbawahi, peningkatan permintaan terhadap LNG secara langsung akan menaikkan harga LNG. Hal ini menjadi tantangan bagi negara-negara pengimpor LNG terhadap ketidakpastian harga dan harga yang tinggi.
"Peningkatan yang tinggi telah menodorong harga yang tinggi di Asia Pasifik," katanya.
Sehingga ia berharap adanya acara Pameran Gastech yang digelar Kogas di Seoul, menjadi ajang dialog yang efektif terhadap para stakeholder gas di dunia.
Korsel salah satu negara yang menikmati manfaat dari energi gas termasuk mendorong pertumbuhan ekonominya, sebelumnya Korsel juga memanfaatkan batubara sebagai sumber energi mereka. Indonesia adalah salah satu negara yang memasok gas ke Korsel.
(hen/rrd)











































