Berhasil Manfaatkan Gas, Korsel Jadi Negara Maju

Laporan dari Seoul

Berhasil Manfaatkan Gas, Korsel Jadi Negara Maju

- detikFinance
Selasa, 25 Mar 2014 15:11 WIB
Berhasil Manfaatkan Gas, Korsel Jadi Negara Maju
Foto: dok detikFinance
Seoul - Korea Selatan (Korsel) salah satu negara maju di kawasan Asia Timur yang banyak memanfaatkan gas untuk sumber energi mereka. Korsel melalui Korean Gas (Kogas), menjadi pengimpor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia.

Melalui pemanfaatan LNG untuk industri mereka, kini Korsel jadi negara maju, dan industri Korsel bisa kompetitif di dunia.

"Korea beli gas paling mahal di dunia tapi masih kompetitif," kata Direktur Utama PT Badak NGL Nanang Untung di sela-sela acara konferensi Gastech, KINTEX, Seoul, Selasa (25/3/2014).

Nanang mengatakan, kunci sukses Korsel karena berhasil mengembangkan infrastruktur dan teknologi gas dari hulu hingga hilir. Selain itu, mereka juga banyak belajar dari berbagai negara. Hasilnya, kini Korsel mampu membuat kapal-kapal tanker LNG dan infrastruktur gas lainnya seperti LNG plant.

"Mereka juga belajar dari kita," katanya.

Terkait keinginan para negara pembeli gas dunia, seperti Jepang dan Korsel yang menghendaki perubahan struktur harga gas agar lebih murah dalam forum Gastech, Nanang mengakui, masalah itu kerap jadi perang psikologis bagi pembeli untuk menekan produsen LNG seperti Indonesia dan negara lainnya.

Nanang menggarisbawahi, harga gas jauh lebih murah daripada bahan bakar lain seperti batu bara bila dihitung dari sisi dampak lingkungan dan kesehatan yang dihasilkan batu bara.

Secara umum harga LNG memang masih lebih murah bila dibandingkan dengan harga bahan bakar minyak. Perbandingannya untuk LNG harganya hanya US$ 17 per juta British Thermal Unit (BTU), sedangkan solar bisa mencapai US$ 30 per juta BTU untuk menghasilkan kalori yang sama.

Menurutnya, harga LNG saat ini sangat variatif tergantung kontrak masing-masing pembeli antara produsen dan pengimpor. Namun bila dihitung rata-rata berdasarkan analis, harga LNG untuk ekspor kini di sekitar US$ 11-15 per juta BTU.

Hal yang sama juga terjadi dengan Jepang, negeri matahari terbit itu juga bisa kompetitif dengan penggunaan LNG. Selebihnya, birokrasi di Jepang sangat efisien termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur.

Sebelumnya Executive VP and COO Korean Gas (Kogas) Young-Sik Kwon mengatakan hampir 70% impor LNG dunia dilakukan oleh Korsel, Jepang, Taiwan, dan China.

(hen/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads