Kadin: Tak Perlu Tunggu Pemerintah Baru, Naikkan Harga BBM Sekarang

Kadin: Tak Perlu Tunggu Pemerintah Baru, Naikkan Harga BBM Sekarang

- detikFinance
Jumat, 28 Mar 2014 18:39 WIB
Kadin: Tak Perlu Tunggu Pemerintah Baru, Naikkan Harga BBM Sekarang
Jakarta - Pihak pengusahan melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyatakan sekarang adalah waktu yang tepat bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi. Tak perlu tunggu pemerintahan baru.

Ketua Umum Kadin Suryo B Sulisto mengatakan, pemerintah saat ini harusnya mau mengambil sikap untuk mengambil kebijakan yang tidak populis untuk mengurangi beban subsidi BBM.

"Sebaiknya pemerintah sekarang. Kenapa kita tinggalkan yang beban berat buat pemerintah baru. Ini kan tugasnya pemerintah yang sebentar lagi lengser," katanya saat ditemui di Menara Kadin Jakarta (28/3/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Suryo, masih ada waktu bagi pemerintah untuk melakukan peninjauan terhadap subsidi BBM yang per tahun mencapai Rp 300 triliun.

"Pemerintah sekarang masih sampai oktober," tambahnya.

Menurut Suryo, permasalahan subsidi BBM ini adalah permasalahan struktural yang membuat beban perekonomian di Indonesia akan semakin berat setiap tahunnya.

"Itu permasalahan struktural dari tahun ke tahun yang menjadi beban perekonomian kita. Kadin selalu berpendapat kita perlu tinjau kembali kebijakan subsidi BBM. Karena itu makin berat dan semakin tahun semakin berat," imbuhnya.

Lebih lanjut Suryo menyatakan, kenaikan harga BBM subsidi itu pasti akan menimbulkan dampak terutama bagi pengusaha dan masyarakat. Namun pihaknya beralasan, dengan berjalannya waktu, permasalahan itu akan selesai.

"Semua ada masa penyesuaian, pasti akan ada dampak inflasi tapi itu semua terkoreksi sendiri dengan waktu. Yang penting harus berani ambil kebijakan kalau tidak diambil akan terus tambah parah," ujarnya.

Tahun lalu, pemerintah telah menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dari Rp 4.500/liter menjadi Rp 6.500/liter. Kemudian untuk solar subsidi dinaikkan dari Rp 4.500/liter menjadi Rp 5.500/liter.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads