Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyani Zakaria mengatakan, bila pemerintah bisa membuat aturan 'puasa' penggunaan BBM subsidi selama 2 hari per minggu, maka akan ada uang trilunan rupiah yang bisa dihemat.
"Bila masyarakat berpuasa atau tidak menggunakan BBM subsidi selama 2 hari/minggu saja, maka akan menghemat sekitar Rp 1 triliun atau Rp 4 triliun/bulan, atau Rp 48 triliun/tahun," kata Sofyano dalam keterangan kepada detikFinance, Sabtu (19/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan pelarangan penggunaan BBM bersubsidi pada hari libur kerja dan libur nasional, tidak akan berdampak signifikan terhadap produktivitas kerja dan perekenomian nasional," ujar Sofyano.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo memunculkan wacana baru, yakni ada puasa konsumsi BBM subsidi pada Senin-Kamis.
"Sebenarnya ini ide dan impian saya, kalau bisa ada puasa konsumsi BBM subsidi, seperti orang puasa Senin-Kamis," kata Susilo.
Susilo mengungkapkan, artinya pada Senin dan Kamis tidak ada SPBU yang melayani penjualan BBM subsidi, semuanya non subsidi.
"Jika itu dilakukan maka dalam seminggu negara dapat menghemat Rp 1,1 triliun, sebulan Rp 4,4 triliun atau setahun Rp 50 triliun. Dengan penghematan sebesar itu tentu bisa membangun apa saja," katanya.
(dnl/dnl)











































