Ekspor Bahan Mentah Dilarang, Sektor Tambang Terkontraksi -0,38%

Kuartal I-2014

Ekspor Bahan Mentah Dilarang, Sektor Tambang Terkontraksi -0,38%

- detikFinance
Selasa, 06 Mei 2014 10:05 WIB
Jakarta - Ekonomi Indonesia terus mengalami tren perlambatan, terakhir pada kuartal I-2014 hanya mampu tumbuh 5,21% (year on year/yoy). Dari sisi penawaran, hampir semua sektor masih bisa tumbuh kecuali pertambangan dan penggalian.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian turun 0,38% (yoy). Bila dibandingkan dengan kuartal IV-2013, penurunan yang terjadi bahkan lebih tajam yaitu 3,57%.

Penurunan tersebut disebabkan kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah (ore) yang diberlakukan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini karena pengaruh dari sektor minerba dengan pelarangan ekspor mentah. Jadi terlihat ada tekanan untuk sektor ini karena ekspornya juga melambat," kata Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (5/5/2014).

Pemerintah melarang ekspor untuk mineral ore. Namun untuk jenis tertentu dikenakan bea keluar secara progresif dari 20-60%.

Sektor yang tumbuh tertinggi adalah pengangkutan dan komunikasi sebesar 10,23%. Kemudian konstruksi 6,54%, listrik, gas, dan air bersih sebesar 6,52%, jasa keuangan, real estat, dan jasa perusahaan 6,16%, jasa-jasa 5,81%, industri pengolahan 5,16%, perdagangan, hotel, dan restoran 4,59%, serta pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan 3,30%.

 
(mkl/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads