Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan program-programnya agak sedikit keras bagi masyarakat. Sebab menurutnya, karakter bangsa ini masih sulit untuk berhemat jika hanya melalui imbauan.
"Makanya harus dikeras-kerasin supaya langsung menghemat sendiri, sehingga kita bisa hemat jadi 46,3 juta kl," tegas Jero pada saat rapat dengan Badan Anggaran di Kompleks DPR/MPR/DPD, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sedang dipikirkan. Rakyat kita akalnya banyak, Jumat akan banyak yang beli nanti. Jadi harus dipikirkan," kata Jero.
Kedua adalah optimalisasi jaringan gas dalam kota di 15 kota dengan cakupan 70 ribu sambungan. Ketiga konversi BBM ke gas yang diupayakan melalui pembangunan infrastruktur SPBG lebih banyak di Jabodetabek, Jawa Timur, dan Palembang.
Keempat adalah pewajiban biodiesel 20% dan bioetanol 0,5% yang sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Kelima adalah efektivitas pengendalian konsumsi BBM di wilayah pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.
"Kendaraan tambang biasanya menyiasati dengan ke kota untuk ini BBM subsidi. Kami minta pemda ikut mengawasi," kata Jero.
Keenam adalah pengawasan intensif terhadap penggunaan BBM bersubsidi di kendaraan pemda dan BUMN. Ketujuh yaitu berupa pengandalian kuota BBM di setiap daerah.
Kedelapan penambahan pembangunan infrastruktur BBM non subsidi. Terakhir, penggunaan transaksi non tunai dalam pembelian BBM.
"Di atas kertas, kelihatannya logis. Tapi kalau dilaksanakan, hasilnya sedikit, chaos-nya banyak. Makanya tengah dikaji," paparnya.
Β
(mkl/hds)











































