Tingkat realisasi konsumsi BBM premium dan solar mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 di wilayah NTT. Hal ini diakibatkan pertumbuhan kendaraan bermotor untuk NTT yang mencapai 3,6% pada tahun 2013, sedangkan pertumbuhannya permintaan BBM justru sampai 11% rata-rata selama 5 tahun, sedangkan rata-rata nasional pertumbuhannya hanya 7%-8%
Demikian bahan tertulis Overview Marketing Branch NTT Marketing Operation Region V PT Pertamina, dikutip detikFinance, Jumat (6/6/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi solar di NTT pada 2014 juga naik fluktuatif, pada Januar mencapai 10.272 KL, lali bulan berikutnya sempat turun jadi 8.824 KL, Maret naik jadi 10.131 KL, April kembali turun jadi 9.890 KL, dan Mei terjadi lonjakan jadi 11.215 KL.
Konsumsi minyak tanah di NTT cenderung stagnan, pada Januari sebanyak 7.870 KL, Februari meningkat 7.485 KL, Maret 7.465 KL, April 7.745 KL, dan Mei 7.805 KL.
Pertamina mencatat rata-rata dalam 5 tahun terjadi kenikan konsumsi BBM subsidi di NTT misalnya BBM Premium naik 11%, solar naik rata-rata 10%, produk minyak tanah cenderung stagnan.
Pada 2009 konsumsi BBM premium hanya 176.327 Kiloliter (KL), lalu meningkat menjadi 197.084 Kl di 2010,lalu naik lagi jadi 216.606 Kl di 2011, pada 2012 naik lagi 243.893 KL, dan 2013 naik jadi 255.837 KL.
Hal serupa terjadi untuk BBM solar, pada 2009 konsumsi solar di 2009 hanya 93.760 KL, lalu naik 99.632 KL di 2010, pada 2011 naik jadi 120.580 KL, kemudian 2012 naik 135.270 KL, dan 2013 mencapai 134.477 KL.
Berbeda dengan konsumsi BBM premium dan solar, konsumsi minyak tanah relatif stagnan yaitu di 2009 hanya 91.430 KL, 2010 naik tipis 92.410 KL, pada 2012 kembali naik tipis jadi 94.580 KL, dan 2013 jadi 94.100 KL.
(hen/rrd)











































