Direktur Kebijakan Ekonomi Moneter BI Juda Agung menyebutkan, kenaikan tarif listrik untuk rumah tangga akan menyumbang inflasi 0,33%. Sementara untuk industri kenaikan menyumbang inflasi 0,2%.
"Jadi diperkirakan sumbangan ke inflasi 0,53% dari kenaikan tarif listrik," ujar dia saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Kamis (12/6/2014).
Juda menjelaskan, inflasi hingga Mei 2014 dinilai masih terkendali. "BI menilai inflasi sampai dengan Mei masih sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi 4,5% plus minus 1 pada 2014 dan 4% plus minus 1 pada 2015," katanya.
Ke depan, BI mencermati risiko inflasi yang berasal dari pola musiman perayaan hari besar keagamaan dan risiko lainnya seperti potensi tekanan penyesuaian administered prices dan peningkatan harga pangan akibat dampat El Nino.
"Perkiraan inflasi sampai akhir tahun 4,5% plus minus 1 sudah masuk El Nino," ujarnya.
(drk/hds)











































