Tanker MT Jelita Bangsa juga membawa sekitar 402 ribu barel minyak mentah milik Pertamina yang akan dikirim ke Kilang Balongan. Bagaimana nasib minyak-minyak ini?
Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Agung Kuswandono mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses penyelidikan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Tanjung Balai Karimun (TBK). Prosesnya disebutkan memakan waktu cukup lama, sebelum hasilnya diumumkan.
"Harusnya sudah ada, tapi nanti kalau sudah ada dari Kanwil TBK maka akan segera disampaikan," kata Agung kepada detikFinance, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/6/2014). Berikut kronologis penangkapan penyelundupan minyak tersebut.
Sementara itu, Plt Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Migas (SKK Migas) Johannes Widjonarko memilih tidak berkomentar perihal kasus tersebut. Sebab menurutnya bukan lagi wilayah dan kewenangan dari instansinya.
"Aku nggak komentar, kan itu bukan wewenang kita, kan kita di hulu itu di hilir," ujarnya pada kesempatan yang sama.
Ia hanya memastikan, minyak yang ada di hulu selama ini tidak pernah diselundupkan. Kasus yang selama ini terjadi adalah wewenang dari hilir.
"Yang jelas itu kan minyak kita nggak ada yang diselundupkan. Pokoknya yang jelas minyak kita nggak diselundupkan," tukasnya.
Sebelumnya, Pertamina selaku pihak yang menyewa MT Jelita Bangsa terus mengikuti perkembangan penyelidikan oleh Direktorat Bea Cukai Tanjung Balai Karimun.
"Dalam perkembangan penyelidikan, kami dapat informasi dipastikan kargo minyak milik kami 402.000 barel tersebut masih utuh dan tersegel, belum terbuka dan bukan minyak yang dijual oleh MT Jelita Bangsa ke MT Ocean Maju," ucap Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.
Ali mengatakan, tentunya menjadi pertanyaan pihaknya, minyak dari mana dan milik siapa yang dijual oleh MT Jelita Bangsa sebanyak 1.000 ton
"Minyak 1.000 ton itu bukan jumlah kecil, kami juga bertanya-tanya dari mana itu minyak mentah berasal, karena bukan dari kargo minyak yang kami beli, dari perusahaan mana, dari sumur mana, itu kita juga tidak tahu," ujarnya.
Ali meminta aparat penegak hukum baik Bea Cukai dan Kepolisian dapat mengungkap semua ini, Pertamina sangat mendorong masalah ini dibuka selebar-lebarnya dan transfaran.
"Kami tidak ingin dijadikan kambing hitam, disalahkan masyarakat. Seperti kasus MT Marta Global tahun lalu itu kargo minyak kami utuh, tidak berkurang seliterpun, tapi dari mana minyak yang diselundupkan sampai sekarang juga nggak diketahui, jadi kami ingin itu terungkap siapa yang bermain selama ini," tutupnya
(mkl/dnl)










































