Tim Sukses Prabowo-Hatta, Sandiaga Uno mengungkapkan, pengurangan anggara subsidi BBM tersebut artinya sama dengan menaikkan harga BBM.
"Itu artinya Pak Prabowo-Hatta akan menaikkan harga BBM subsidi jika nanti dipilih menjadi presiden-wakil presiden," kata Sandiaga kepada detikFinance, akhir pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu naiknya bertahap tidak sekaligus selama 3 tahun mengingat beban subsidi yang ditanggung negara ini sudah sangat besar dan sangat mendesak untuk dikurangi," ucapnya.
Sandiaga menambahkan, dalam 3 tahun tersebut, secara bertahap kenaikkan harga BBM akan mencapai 50% dari harga BBM saat ini Rp 6.500 per liter untuk harga premium atau Rp 5.500 per liter untuk BBM solar.
"Naiknya 50% bertahap selama 3 tahun dari harga BBM sekarang ini," tutupnya.
Sebelumnya, Prabowo mengakui harus ada solusi cepat untuk mengatasi permasalahan BBM subsidi karena belanja yang dikeluarkan sangat tidak produktif.
"Ini adalah masalah yang mendesak, mau tak mau kita harus mengalihkan subsidi yang bergitu besar yang tidak produktif justru akan membebani ekonomi keseluruhan," ungkapnya di Djakarta Teater akhir pekan.
Dalam implementasi, menurut Prabowo harus dilakukan dengan sistematis. Meski subsidi dialihkan, kalangan masyarakat yang miskin atau dengan ekonomi yang lemah harus tetap dilindungi.
"Intinya adalah kalaupun yang kita lakukan adalah kurangi subsidi, tapi melindungi kelompok masyarakat yang miskin dan lemah. Karena itu istilahnya kami adalah mengalihkan ke saran tertentu," jelas Prabowo.
Contohnya adalah dengan pengunaan voucher atau kupon untuk pembelian BBM. Ia optimis akan mampu mengurangi 2/3 anggaran subsidi dalam tiga tahun. Dalam 5 tahun, anggarannya bisa sangat diminimalkan.
"Perhitungan kita bisa setengah sampai 2/3 dalam tiga tahun bisa turunkan subsidi dan dalam 5 tahun kita bisa minimalkan subsidi," tegasnya.
(rrd/hen)











































