Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berencana memotong 2/3 anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu, orang kaya akan dilarang pakai BBM subsidi. Caranya?
"Bagaimana caranya melarang orang kaya pakai BBM subsidi? Yakni setiap orang yang mau beli BBM subsidi di SPBU harus menggunakan kartu khusus BBM subsidi," kata Tim Sukses Prabowo-Hatta yang juga mantan Kepala BP Migas, Kardaya Warnika, kepada detikFinance, Rabu (25/6/2014).
Kardaya mengatakan, kartu tersebut hanya bisa didapatkan oleh orang yang benar-benar tidak mampu, dan di dalamnya berisi jatah BBM subsidi yang diberikan tiap bulan. Jumlah jatahnya ditetapkan oleh BPH Migas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kardaya mencontohkan, orang yang bisa mendapatkan kartu tersebut seperti tukang ojek, sopir angkot, orang yang punya sepeda motor, PNS golongan rendah, dan lainnya.
"Jadi orang yang mau dapat kartu atau BBM subsidi benar-benar yang minta dibantu pemerintah makanya harus urus persyaratan, kalau nggak perlu minta bantuan pemerintah ya nggak usah minta, subsidi itu kan bantuan pemerintah," ungkapnya.
"Nanti akan ada dua harga BBM di SPBU, yang non subsidi dan yang subsidi, yang subsidi hanya bisa dilayani jika punya kartu khusus itu yang nantinya digesek dan memotong kuota atau jatah BBM subsidi yang boleh dibeli dalam tiap bulannya," tutup Kardaya.
(rrd/dnl)











































