Acara Coffee Morning ini digelar di Kantor DJK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (27/6/2014).
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian ESDM, Jarman, menjelaskan acara ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan sekaligus menjadi ajang untuk mendengar tanggapan langsung dari pelaku usaha terkait rencana kenaikan tarif dasar listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun narasumber yang hadir dalam acara hari ini adalah Deputi kepala BPS bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo dan Direktur Niaga, Manajemen Risiko dan Kepatuhan PT PLN, Harry Jaya Pahlawan.
Bila mekanisme ini berjalan sesuai rencana, maka akan dicapai penghematan Belanja Negara dari Penghapusan subsidi listrik sebesar Rp 8,5 triliun tahun ini dan Rp 30 triliun sepanjang 2015
Berdasarkan data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kenaikan tarif listrik yang berlaku, antara lain:
- Golongan industri I-3, naik jadi Rp 964/kwh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.075/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.200/kWh.
- Golongan rumah tangga R-2 TR 3.500 Va hingga 5.500 Va, naik jadi Rp 1.210 per kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.279/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.
- Golongan P2 >200 kVa, naik jadi Rp 1.081/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.139/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.200/kWh.
- Golongan R-1 TR 2.200 Va naik jadi Rp 1.109/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.224/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.353/kWh.
- Golongan P-3 naik jadi Rp 1.104/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.221/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.
- Golongan R-1 1.300 Va naik jadi Rp 1.090/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.214/kWh, naik lagi dua bulan berikutnya jadi Rp 1.352/kWh.











































