RI Kaya Gas Tapi Pertamina Impor dari Amerika, Ini Sebabnya

RI Kaya Gas Tapi Pertamina Impor dari Amerika, Ini Sebabnya

- detikFinance
Sabtu, 05 Jul 2014 13:17 WIB
RI Kaya Gas Tapi Pertamina Impor dari Amerika, Ini Sebabnya
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan mengimpor gas alam cair (LNG) dari Texas, Amerika Serikat selama 20 tahun mulai 2019. Jumlahnya 1,52 juta ton per tahun. Padahal Indonesia merupakan negeri kaya gas bahkan salah satu eksportir gas.

Pelaksana Tugas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Johanes Widjonarko mengakui, pihaknya atau pemerintah belum bisa memberikan kepastian pasokan gas sesuai kebutuhan Pertamina.

"Memang kita belum bisa kasih kepastian pasokan, sementara Pertamina sendiri membangun infrastruktur gas yang membutuhkan kepastian pasokan bahkan dalam jangka waktu yang panjang," ucap Widjonarko kepada detikFinance, Sabtu (5/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Widjonarko beralasan, belum adanya kepastian pasokan gas sendiri karena harus menunggu perkembangan setiap proyek gas yang saat ini sedang digarap, seperti proyek (Indonesian Deep Water Development/IDD) yang dikerjakan Chevron IDD, Eni Muara Bakau, BP Tangguh, dan lainnya.

"Kita masih lihat dulu perkembangan proyek-proyek gas ini, kapan on stream-nya, berapa produksinya, karena kalau proyek ini molor artinya pasokan molor, kalau tidak bisa memasok gas sesuai yang ditentukan jadi masalah," ucapnya.

Widjonarko memastikan, SKK Migas akan selalu mengutamakan pasokan gas untuk dalam negeri, jika ada proyek yang sudah pasti produksi gasnya tentunya akan langsung ditawarkan ke konsumen dalam negeri terlebih dahulu termasuk ke Pertamina.

"Komitmen kami nomor satu itu mendahulukan domestik, jika semua domestik sudah terpenuhi dan masih ada sisa, tentu harus dicari pembeli yang lain (ekspor), karena kalau tidak terbeli maka negara kehilangan pendapatan, kalau sumur gasnya ditutup bisa mati sumurnya dan tidak mengeluarkan gas lagi," tutupnya.

Berdasarkan data SKK Migas, beberapa proyek gas dalam negeri seperti BP Tangguh, Chevron IDD dan EN Muara Bakau telah dialokasikan pasokan gasnya untuk Total Nusantara Regas, Total Regasifikasi Arun, FSRU Lampung, FSU Banten, FSRU Jawa Tengah hingga 2021 dengan pasokan gas antara 4-20 kargo LNG (gas alam cair) per tahun.

Seperti diketahui, Pertamina menyepakati perjanjian jual-beli gas alam cair (Liqiud Natural Gas/LNG) dari produsen LNG di Texas, AS yaitu Corpus Christi Liquefaction, LLC.

Impor gas ini akan dilakukan selama 20 tahun mulai 2019 dari Corpus Christi Liquefaction Terminal Train 2 di Texas. Jumlah LNG yang akan dipasok adalah sebesar 0,76 juta ton per tahun. Perjanjian jual-beli ini dilakukan kemarin, 1 Juli 2014.

Sebelumnya pada 4 Desember 2013, Pertamina menandatangani perjanjian jual-beli LNG ini dengan induk usaha Corpus, yaitu Cheniere Energy. Cheniere berkomitmen memasok sekitar 0,76 juta ton LNG per tahun selama 20 tahun.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads