"Hingga saat ini, kita belum pernah ketemu cadangan minyak baru yang jumlahnya besar. Seperti lapangan Duri dan Minas di Sumatera yang dioperasikan Chevron," ujar Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Gde Pradyana, Jumat (11/7/2014).
Gde mengungkapkan, produksi minyak paling baru dan menjadi harapan Indonesia saat ini adalah dari Blok Cepu. Rencananya, Blok Cepu akan memproduksi 165.000 barel per hari mulai 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SKK Migas, lanjut Gde, terus mendorong eksplorasi minyak dan gas bumi. Saat ini hampir seluruh perusahaan minyak dan gas bumi mencari migas sudah tidak lagi di wilayah barat Indonesia, melainkan sudah mengarah ke wilayah timur Indonesia.
"Tantangan mencari minyak dan gas di timur Indonesia luar biasa. Selain infrastrukturnya mulai dari jalan, jembatan, dan pelabuhan harus dibangun mulai awal lagi, mengebor di sana juga tidak mudah karena sangat dalam. Biasa kita ngebor di barat di bawah kedalaman 200 meter, di timur pengeboran mencapai kedalaman 1.000 meter lebih, sehingga risikonya sangat besar dan butuh investasi yang besar juga," jelas Gde.
Saat ini, kata Gde, sebagian besar perusahaan minyak yang beroperasi di Indonesia masih belum menemukan minyak atau gas bumi. Berdasarkan skema investasi migas di Indoensia, berapa pun jumlah investasi yang dikeluarkan investor jika tidak mendapatkan migas yang ekonomis maka tidak akan diganti sepeser pun oleh Indonesia.
"Saat ini, total perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia mencapai 321 perusahaan. Sebanyak 80 perusahaan sudah ketemu migas yang ekonomis, sisanya perusahaan masih eksplorasi," tuturnya.
(rrd/hds)











































