"Realisasi penyaluran BBM subsidi hingga Juni kemarin sudah mencapai 22,9 juta KL. Rinciannya untuk premium 14,44 juta KL, solar 8 juta KL dan kerosine atau minyak tanah sebanyak 0,46 juta KL," kata Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng kepada detikFinance, Selasa (15/7/2014).
Andy mengungkapkan berdasarkan realisasi kuota BBM mencapai 50% dalam 6 bulan, mak pihaknya memprediksi konsumsi BBM subsidi tahun ini tidak melebihi kuota yang ditetapkan APBN-P 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun BPH Migas akan tetap melakukan pengawasan yang intensif khususnya melalui verifikasi penyaluran BBM subsidi kepada badan usaha yang mendapatkan penugasan menyalurkan BBM subsidi, sehingga konsumsi BBM subsidi dapat terus turun.
"Apalagi dengan efektifnya Peraturan Menteri ESDM nomor 1/2013 dan pegawasan di lapangan, makin dapat menurunkan konsumsi BBM subsidi," tutupnya.
(rrd/hen)











































