Porsi anggaran untuk subsidi BBM pada tahun ini mencapai Rp 246,5 triliun. Menurut Chairul Tanjung, Menko Perekonomian, besaran subsidi terus meningkat setiap tahun dan jika tidak ada perubahan akan terus terjadi dalam jangka panjang.
CT, sapaan Chairul Tanjung, menilai anggaran ratusan triliun rupiah tersebut seperti tidak bermanfaat. Subsidi BBM sebagian besar dinikmati oleh mereka yang mampu. Data menyebutkan sekitar 90% BBM bersubsidi dikonsumsi oleh orang berpenghasilan menengah ke atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harusnya, lanjut CT, anggaran sebesar itu dialirkan langsung kepada masyarakat miskin. Ini sesuai dengan tujuan pemberian subsidi.
Menurut CT hal tersebut lebih bermanfaat karena memberikan subsidi langsung kepada orang, bukan barang. "Lebih baik uangnya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, misal mengurangi angka kemiskinan yang menjadi permasalahan sekarang," jelasnya.
(mkl/hds)











































