Susiwijono Moegiarso, Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, mendapatkan informasi tersebut dari Kepala KPPBC Amamapare, kantor Bea Cukai yang membawahi Freeport di Timika, Papua.
"Bahwa hari ini Freeport sudah melakukan ekspor konsentrat tembaga. Ada 1 shipment dengan volume ekspor sebanyak 11.000 ton konsentrat tembaga. Tujuan Tiongkok," ungkap Susiwijono kepada detikFinance, Rabu (6/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susiwijono melanjutkan, ekspor Freeport hari ini merupakan yang pertama sejak 12 Januari 2014. "Ekspor yg dilakukan hari ini merupakan realisasi yang pertama sejak dilakukan pelarangan ekspor bijih mineral," ujarnya.
Tidak berhenti sampai di itu, Freeport juga telah berencana melakukan ekspor ke Spanyol. Rencananya kegiatan ini akan dilakukan pekan depan.
"Info yang lain dari planning ekspor mereka, Freeport merencanakan minggu depan akan melakukan ekspor sekitar 50.000 ton konsentrat tembaga dengan pembayaran BK sekitar Rp 98 miliar. Negara tujuannya Spanyol," papar Susiwijono.
Hingga akhir tahun, Freeport diperkirakan bisa mengeskpor sekitar 70.000 ton konsentrat tembaga. "Mudah-mudahan ekspornya tinggi. Selain menambah penerimaan negara dari BK, juga membantu mengurangi defisit neraca perdagangan kita," sebut Susiwijono.
(hds/ang)











































