"Bu Karen sangat berprestasi, sayang mundur," kata Dahlan saat ditemui di Wisma Perumnas, Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur, Selasa (19/08/2014).
Salah satu alasan mengapa Karen terbilang berprestasi karena masa jabatan yang cukup lama. Karier Karen sebagai Direktur Utama di Pertamina terbilang yang paling lama sejak tahun 2009. Bahkan kembali diperpanjang usai masa jabatannya berakhir tahun 2013 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya punya prinsip yang sangat berprestasi 2 kali masa jabatan. Sehingga corporate culture terbentuk dengan baik. Misalnya saya di PLN hanya 2 tahun, kurang 2 tahun sekuat apapun corporate culture tidak akan terbentuk yang baru artinya gampang balik ke pola yang lama. Tetapi kalau bisa 5 tahun atau 2 periode itu sistem sudah terbangun dengan bagus kecuali kalau memang tidak berprestasi," papar Dahlan.
Namun apa boleh buat, Dahlan sudah menyetujui pengunduran diri Karen.
"Saya sudah 3 kali menahan beliau. Benar apa yang dinamakan orang tidak bisa ditahan terus," kata Dahlan.
(wij/ang)











































