Sejak kabar mundurnya wanita lulusan ITB ini disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan kepada masyarakat, Karen malah memberikan komentar sama sekali. Memang sempat beredar surat terbuka dari Karen, tapi hanya ditujukan kepada internal Pertamina.
Beberapa hari kemudian, Pertamina akhirnya merilis siaran pers pernyataan resmi Karen. Isinya adalan sebagai berikut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu saya tegaskan bahwa proses pengunduran diri saya ini sudah berlangsung sejak awal tahun 2013. Pada saat hendak diperpanjang untuk periode yang kedua pun, saya sudah berusaha untuk menolak dengan alasan yang sama, yaitu alasan pribadi dan perlunya proses regenerasi yang diperlukan oleh sebuah korporasi. Dengan demikian, saya minta agar semua pihak tidak mengaitkan pengunduran diri saya di luar hal tersebut. Apalagi jika dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat politis, apalagi sampai dipolitisir," tambah Karen.
Sebagai informasi, Karen dilantik sebagai direktur hulu Pertamina pada 5 Maret 2008. Kemudian, pada 5 Februari 2009 dilantik menjadi dirut Pertamina sehingga masa jabatannya sebagai anggota direksi untuk periode 5 tahun berakhir pada 4 Maret 2014.
Selanjutnya pada 5 Maret 2013, pemegang saham memutuskan untuk memperpanjang masa jabatan Karen untuk periode 5 tahun ke depan. Sayang, hanya satu tahun berselang Karen meminta mundur.
(ang/dnl)











































