Selain Bensin Premium, Warga Cirebon Juga Harus Antre Isi Pertamax

Selain Bensin Premium, Warga Cirebon Juga Harus Antre Isi Pertamax

- detikFinance
Minggu, 24 Agu 2014 14:44 WIB
Selain Bensin Premium, Warga Cirebon Juga Harus Antre Isi Pertamax
Foto:Pembaca
Jakarta -

Warga Kota Cirebon dan sekitarnya kesulitan mendapatkan bensin premium hingga harus antre berjam-jam. Bahkan selain sulit mendapatkan BBM subsidi, mereka pun sulit mengisi BBM non subsidi seperti Pertamax.

Dari kisah yang dialami pembaca detikFinance yang dikirim melalui surat elektronik, Minggu (24/8/2014), mereka berkeluh kesah sulitnya mengisi bensin premium, bahkan Pertamax.

Contohnya Arif, warga Kabupaten Kuningan yang bekerja di Cirebon. Jarak dari rumahnya menuju tempat kerja ditempuh sepanjang 35 km. Sepanjang jalan itulah dia kesulitan mengisi bahan bakar kendaraannya. Arif juga mengaku kondisi ini sudah terjadi selama 3 hari terakhir hingga hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelangkaan BBM ini tidak hanya terjadi di Cirebon saja, karena sudah 3 hari terakhir ini memang terjadi kelangkaan juga di tempat tinggal saya di Kuningan, parahnya lagi tidak hanya BBM subsidi yang langka tetapi juga non-subsidi," kata Arif.

Sepanjang jalan berjarak 35 km itu, Arif mengisahkan setiap SPBU dipenuhi kendaraan yang mengantre dan menimbulkan kemacetan di jalan sekitar.

"Bahkan banyak SPBU yang tutup karena kehabisan stok. Saya sendiri harus mengantre hingga jam 10 malam untuk mendapatkan bahan bakar untuk motor saya. Hingga hari ini, antrean panjang masih terjadi di Kuningan dan Cirebon," kisahnya.

Keluhan yang sama datang dari Bentaldi, warga Kota Cirebon yang sulit mendapatkan BBM subsidi maupun non subsidi.

"Sudah 3 hari di Cirebon dan sekitarnya kesulitan BBM, katanya BBM subsidi habis tapi yang non subsidi juga sulit didapat, sampai kapan situasi ini, rakyat mohon kejelasan dari pemerintah!" serunya.

Kunedi, warga lainnya, mengatakan hal senada. Antrean warga tak lagi untuk mengisi BBM subsidi, melainkan BBM non subsidi. Pasalnya, warga yang sulit mendapatkan BBM subsidi, beralih ke BBM non subsidi.

"Yang mencengangkan mereka bukan mengantre BBM yang bersubsidi loh, tapi mereka mengantre BBM jenis Pertamax. Mungkin terpaksa dari pada roda tidak berputar tidak ada pilihan untuk mengisi Pertamax," kisahnya.

Sebelumnya VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir mengatakan terjadinya fenomena antrean dan disusul habisnya BBM bersubsidi pada sore hari di SPBU bukan merupakan kelangkaan BBM, tapi konsekuensi dari penyaluran BBM bersubsidi yang disesuaikan dengan kuota yang tersedia.

Ia menegaskan habisnya alokasi harian BBM bersubsidi di SPBU pada sore hari merupakan konsekuensi logis dari pengaturan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan sisa kuota yang telah ditetapkan dalam UU APBN-P 2014.

"Dengan pengaturan ini, sangat diharapkan pengertian dan kesadaran masyarakat pengguna mobil pribadi mulai membiasakan diri menggunakan BBM non subsidi," kata Ali Mundakir dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/8/2014)

Β 

Bagi Anda yang punya pengalaman serupa, bisa mengirim ceritanya ke email redaksi, yaitu redaksi@detikfinance.com. Jangan lupa, sertakan nomor kontak yang bisa dihubungi.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads