Wamen ESDM: Orang Indonesia Kreatif Untuk Melanggar

Wamen ESDM: Orang Indonesia Kreatif Untuk Melanggar

- detikFinance
Rabu, 10 Sep 2014 12:02 WIB
Wamen ESDM: Orang Indonesia Kreatif Untuk Melanggar
Foto Susilo Siswoutomo
Jakarta - Langkah pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi sering mengalami jalan buntu. Ini karena ada saja ide usil masyarakat untuk mengakali kebijakan tersebut. Sehingga masyarakat bisa tetap mendapat keuntungan atas kelemahan kebijakan yang diterapkan.

"Masyarakat kita sangat kreatif dan inovatif untuk melanggar. Dibatasi jam penyalurannya malam, mereka beli pagi. Dilarang beli di tol, belinya di luar tol," kata Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo dalam Seminar bertajuk 'Pengalihan Subsidi BBM untuk Pembangunan Infrastruktur Transportasi dan Ekonomi Kreatif' di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Susilo mengatakan, seringnya masyarakat mengakali kebijakan pemerintah timbul, lantaran mental bangsa Indonesia belum terbangun dengan baikm untuk ikut bertanggung jawab atas kelangsungan penyediaan energi di negaranya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dikatakan 77% subsidi ini yang menikmati orang kaya yang merasa miskin. Ini kan urusan hati, urusan mental," sambungnya.

Akibat dari sikap usil tersebut, langkah pembatasan seringkali tidak efektif bahkan gagal total dan malah mengkibatkan gelembung waktu atau lokasi pembelian yang berimbas pada antrian panjang pembelian BBM subsidi di SPBU-SPBU.

Namun demikian, kata Susilo, langkah pembatasan konsumsi BBM subsidi yang dilakukan pemerintah tidak pernah sia-sia.

Ia berpendapat, dengan adanya berbagai langkah yang dilakukan pemerintah untuk melakukan pembatasan BBM subsidi ini, mulai banyak masyarakat yang menyadari, bahwa isu ketahanan energi ini merupakan langkah yang penting untuk dijalankan dan didukung.

"Dengan langkah pengendalian kita mencoba mendidik ke masyarakat supaya mulai sadar, ternyata kondisi ini penting loh. Ini perlu dikontrol loh. Yang penting adalah masyarakat disadarkan dulu. Jadi mau nggak mau harus dimulai itu yang namanya pengendalian," pungkasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads