"Selama masih ada namanya setan subsidi, itu BBN, energi baru terbarukan tidak akan berkembang, tidak laku," kata Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Andang Bachtiar di acara Seminar Mewujudkan Kedaulatan Energi Nasional, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Andang mengungkapkan, saat ini pemerintah mendorong penggunaan biodiesel dengan BBN 10% bahkan lebih. Namun selama pemerintah masih menjual solar subsidi Rp 5.500 per liter, program ini tidak akan pernah sukses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih adanya BBM subsidi juga membuat pengembangan geothermal atau panas bumi di Indonesia tiap tahun hanya naik 1-2%. Padahal pemerintah memiliki target 2020 nanti mencapai 23%.
"Geothermal di Indonesia tiap tahun naiknya hanya 1-2% saja, ya karena BBM subsidi, pemerintah masih jual harga BBM dengan harga murah," tutupnya.
(rrd/dnl)











































