PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Lhokseumawe Aceh bertahun-tahun mengalami kekurangan pasokan gas dan harga gas yang mahal. Masalah kekurangan pasokan gas telah membuat 1 pabrik PIM tak beroperasi.
Direktur Utama PIM Eko Sunarko mengungkapkan, setelah rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung dan Menteri Pertanian Suswono kemarin di PT Arun NGL di Lhokseumawe, telah diputuskan PIM mendapatkan tambahan pasokan gas dari ExxonMobil.
"Hasil rapat kemarin, diputuskan kita akan dapat pasokan gas dari ExxonMobil Oktober ini," ujar Eko ditemui di kantor PT Arun NGL, Senin (15/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, dengan masuknya gas tambahan dari ExxonMobil tersebut, menjadi harapannya harganya tidak seperti harga gas dari BP Tangguh, Papua yang mencapai US$ 10,5 per mmbtu.
Harga gas dari tangguh dinilainya terlalu mahal bahkan termahal di dunia untuk pasokan gas ke pabrik pupuk karena berasal dari LNG yang harus diregasifikasi lagi sebelum dialirkan ke pabriknya.
"Harganya memang belum ditentukan, namun dari pembicaraan kemarin kemungkinan harganya berkisar US$ 6-7 per bbmtu, masih masuk lah, Insya Allah," katanya.
Ia menambahkan lagi, pasokan gas dari ExxonMobil yang mulai mengalir pada Oktober 2014 mencapai volume 56 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
"Itu hanya untuk satu pabrik, satu pabrik kami tetap belum bisa dioperasikan karena pasokan gasnya masih belum cukup," tutupnya.
(rrd/hen)











































