"Kalau harga BBM bersubsidi naik Rp 3.000 per liter dengan kuota BBM tahun depan 46 juta kiloliter (KL), maka anggaran yang bisa dihemat Rp 138 triliun," kata Wakil Ketua Komite BPH Migas Fanshurullah Asa ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (22/9/2014).
Ia mengatakan, dengan dana penghematan sebanyak itu, pemerintah bisa membagi rata ke masing-masing kabupaten/kota se-Indonesia Rp 275 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fanshurullah menambahkan, nantinya tinggal bagaimana mekanisme pemberiannya dan ke daerah agar jangan sampai jadi tambahan potensi korupsi baru.
"Tinggal dibuat mekanisme pengawasan yang berlapis dan akuntable. Cara yang paling gampang misalnya bisa copy-paste apa yang sudah dijalankan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) yang jelas dianggap sukses. PNPM melibatkan mulai ide dan program secara bottom up, lalu pelaksanaaan dan pengawasan dari masyarakat sendiri dan bersifat padat karya, sehingga memunculkan pemerataan dan rantai produktif berkesinambungan di masyarakat," paparnya.
(rrd/hds)











































