"Masih banyak potensi pendapatan negara yang loss (hilang), khususnya di sektor Migas dan Minerba, yang angkanya mencapai Rp 180 triliun/tahun," ungkap mantan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Ali Masykur Musa ditemui di Kantor BPK, Jakarta, Kamis (16/10/2014).
Ali mengatakan, ada beberapa hal yang jadi penyebab 'bocornya' pendapatan negara tersebut, seperti penegakan hukum yang kurangm dan lemahnya regulasi tentang Sumber Daya Alam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ali menambahkan, selama periode 2009-2014 dirinya sebagai anggota bidang lingkungan dan keuangan negara telah berhasil menyelamatkan uang negara Rp 2,7 triliun.
"Itu didapat dari perusahaan yang kurang bayar royalti, tidak bayar iuran hasil hutan dan lainnya," tutupnya.
(rrd/dnl)











































