"Berdasarkan pengalaman kita, jika baru audit menjelang akhir tahun, setelah anggaran digunakan, itu sudah sekali auditnya, datanya banyak yang hilang bahkan sering dimanipulasi," ujar Ali ditemui di Kantor BPK, Jakarta, Kamis (16/10/2014).
Ali berharap, para auditor BPK dapat langsung melakukan audit ketika penggunaan sedang berjalan, sehingga lebih akurat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, sektor yang paling perlu menjadi sorotan selama ini adalah sektor minyak dan gas bumi, mineral dan batu bara serta kehutanan yang banyak sekali pendapatan negara yang hilang.
"Data ekspor minyak, batu bara tidak ada yang sama, berbeda semua baik di Bea Cukai, ESDM, dan perdagangan, iuran kehutanan dan royalti bayak yang tidak bayar, sehingga pendapatan negara sering loss," tutupnya.
(rrd/hen)











































