PLTU Penentu Krisis Listrik Jawa-Bali Ini Diperkirakan Baru Selesai 2020

PLTU Penentu Krisis Listrik Jawa-Bali Ini Diperkirakan Baru Selesai 2020

- detikFinance
Kamis, 23 Okt 2014 13:05 WIB
PLTU Penentu Krisis Listrik Jawa-Bali Ini Diperkirakan Baru Selesai 2020
Jakarta - Proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW) di Batang, Jawa Tengah, diperkirakan molor hingga 2020. Padahal proyek ini vital untuk pasokan listrik Jawa-Bali.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji mengatakan, saat ini pihaknya diberi tugas oleh pemerintah, untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan.

PLTU Batang keberadaannya sangat vital, bila tidak selesai sampai 2018-2019, maka daerah Jawa-Bali terancam krisis listrik. Apalagi PLTU ini kapasitasnya sangat besar yakni 2.000 MW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya. Pembebasan lahan di Batang akan dilaksanakan oleh PLN," kata Nur kepada detikFinance, Kamis (23/10/2014).

Nur mengatakan, ditargetkan masalah pembebasan lahan baru akan selesai pada 2015.

"Di 2015 kalau lahan sudah bebas, pembangunan PLTU batang bisa dilakukan," ujarnya.

PLTU terbesar yang menelan biaya investasi sekitar Rp 40 triliun lebih ini, membutuhkan waktu 5 tahun untuk pembangunannya.

"Jadi kalau 2015 lahan selesai, butuh waktu 5 tahun untuk membangun PLTU Batang jadi diperkirakan PLTU Batang baru beroperasi sekitar 2020," tutupnya.

Seperti diketahui, PLTU Batang harusnya mulai dibangun pada 2012 lalu dan ditargetkan selesai pada 2018 untuk memenuhi kebutuhan listrik Jawa-Bali.

Bila proyek ini tak beroperasi pada 2018, maka pasokan listrik Jawa-Bali akan berkurang sebanyak 2.000 MW dan jumlah ini tentunya tidak sedikit. Jika tidak ada antisipasi pembangunan pembangkit lainnya yang harus selesai pada 2018 maka diperkirakan Jawa-Bali akan krisis listrik 2018.

Kondisi ini sempat terjadi di India pada 2012 lalu, yang membuat sebagian wilayah negara tersebut defisit listrik. Akibatnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi lambat laun melambat.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads