"Pertamina kan perkirakan jatah BBM subsidi tak cukup sampai akhir tahun. Dan kalau tetap dipaksakan digelontorkan akan jebol 1,61 juta KL," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (27/10/2014).
Andy mengungkapkan, jatah BBM subsidi di APBN wajib mencukupi dari 1 Januari-31 Desember 2014. Namun, setelah berbagai upaya penghematan BBM subsidi, kebijakan pengendalian BBM subsidi tak mampu mengerem konsumsi BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar cukup konsumsinya bisadi rem dengan kebijakan pembatasan BBM, tak mengingat waktu yang makin mepet, satu-satunya jalan terbaik hanya dengan menaikkan harga BBM subsidi. Saran kami naikkan harganya Rp 3.000-Rp 4.000 per liter, itu cukup mengerem konsumsi 1,61 juta KL itu, kalau lewat berarti yang maling BBM lebih canggih," tutupnya.
(rrd/dnl)











































