Kementerian ESDM di Bawah Kemaritiman, Ini Kata Bos Perusahaan Migas

Kementerian ESDM di Bawah Kemaritiman, Ini Kata Bos Perusahaan Migas

- detikFinance
Selasa, 28 Okt 2014 10:54 WIB
Kementerian ESDM di Bawah Kemaritiman, Ini Kata Bos Perusahaan Migas
Jakarta - Dalam Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak lagi berada di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian. Kementerian yang dipimpin Sudirman Said ini berada di lingkup Kemenko Kemaritiman.

Lukman Mahfoedz, President Director & CEO PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), menilai sebenarnya akan lebih mudah bila Kementerian ESDM tetap di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian.

"Banyak hal penting urusan minyak dan gas itu berhubungan erat dengan Kementerian Keuangan. Misalnya aturan fiskal, perpajakan, subsidi BBM, dan sebagainya," kata Lukman kepada detikFinance, Selasa (28/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Kementerian Keuangan, lanjut Lukman, migas juga erat terkait dengan Kementerian BUMN.

"Ini berhubungan juga dengan BUMN energi seperti Pertamina, PLN, dan PGN. Lalu mengenai banyak hal seperti urusan LNG, penjualan dan alokasi gas, juga peraturan perundangan, perpajakan, dan lain-lain," paparnya.

Oleh karena itu, Lukman menilai koordinasi akan lebih mudah jika posisi Kementerian ESDM tidak berubah.

"Adalah sangat memudahkan apabila dikoordinasikan di bawah Menko Perekonomian yang juga membawahi Menteri Keuangan dan Menteri BUMN," tuturnya.

Sebelumnya, Sudirman menyebutkan alasan perpindahan koordinasi Kementerian ESDM.

"Ini hanya masalah pembagian tugas saja, supaya antar Menko memiliki beban yang seimbang. Sebisa mungkin relevan dengan tugas," ujarnya.

Sudirman mengatakan, tidak ada masalah perubahan Kementerian Koordinator, karena yang harus dihilangkan saat ini adalah ego sektoral. Ini merupakan pesan dari Presiden Jokowi.

"Kita harus hilangkan ego sektoral. Kerja sama bukan hanya antara kementerian tetapi antar kemenko. Saya yakin antara Pak Indroyono dan Pak Sofyan Djalil akan sering dialog. Jadi nggak ada masalah," jelasnya.

(hds/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads