Pagi-pagi sekali ia sudah tiba di kantornya. Tiba pukul 08.00 WIB, Basuki langsung masuk ke ruang kerjanya yang berada di lantai dua Gedung Utama Kementeria PU Pera Jalan Patimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Di depan gedung, mobil dinas yang digunakannya semasa menjabat sebagai Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian PU di Periode yang lalu ini setia menanti sang Menteri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siang hari, usai Shalat Jumat, ia langsung bergegas menuju kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memenuhi undangan lembaga tersebut guna membicarakan masalah jalur Pantura.
Proyek perbaikan Jalur Pantura yang menelan anggaran Rp 1,7 triliun memang selalu menjadi sorotan setiap tahunnya. Di era Pemerintahan Joko Widodo, proyek 'abadi' ini juga menjadi salah satu perhatian.
Pertemuan singkat tersebut berlangsung tertup di lantai 8 kantor pusat BPK dan dimulai sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Anggota BPK Rizal Djalil menerangkan kesempatan ini adalah momentum yang baik untuk membahas perkembangan pantauan BPK terhadap pemanfaatan anggaran pemeliharaan jalur Pantura.
"Hanya meminta masukan dari Pak Menteri dan saya juga memberi masukan. Jadi hanya bertukar informasi saja, biasa ini kan perlu update saja. Sekalian perkenalan," tuturnya.
Usai pertemuan, Basuki masih setia dengan Toyota Fortuner-nya kembali membelah jalanan ibu kota. Kali ini menyambangi istana negara di jalan Medan Merdeka Utara untuk bertemu Presiden Joko Widodo.
"Nanti saja ngobrol-ngobrolnya. Saya buru-buru harus ketemu pak presiden," pungkasnya.
(dna/rrd)











































