Popularitas Jokowi akan Turun Setelah Harga BBM Naik? Ini Kata Menteri ESDM

Popularitas Jokowi akan Turun Setelah Harga BBM Naik? Ini Kata Menteri ESDM

- detikFinance
Sabtu, 01 Nov 2014 10:52 WIB
Popularitas Jokowi akan Turun Setelah Harga BBM Naik? Ini Kata Menteri ESDM
Jakarta -

Popularitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikatakan bisa menurun apabila menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Apa yang membuat mantan Gubernur DKI Jakarta ini nekat mengambil langkah tersebut?

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said menerangkan, alasan diambilnya kebijakan ini adalah untuk mengeluarkan masyarakat Indonesia dari jebakan zona nyaman.

"Kita sudah sering menghindari pekerjaan yang sulit tapi penting untuk rakyat. Nah pak Jokowi ini akan melakukan pekerjaan ini sulit itu," tutur dia dalam diskusi di Pisa Cafe, Jakarta, Sabutu (1/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut, selama ini kita terlalu lama terjebak dalam keadaan nyaman yang sebenarnya justru berbahaya bagi kelangsungan ekonomi Indonesia yang berdaulat.

"Ini hal yang terjadi selama ini kita terjebak dalam kondisi nyaman dan hanya melakukan hal yang mudah saja," sebutnya.

Harga BBM yang murah membuat masyarakat Indonesia terlena dan boros dalam konsumsi BBM. Borosnya konsumsi BBM sementara produksi nasional sangat rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi tersebut membuat impor energi menjadi hal yang sulit dihindarkan.

"Yang membuat kita bergantung pada impor adalah sikap-sikap yang tidak mau sulit, tidak mau repot. Nyaman saja dengan kondisi yang ada saat ini," sambungnya.

Rendahnya produksi BBM nasional ini, lantaran secara infrastruktur Indonesia memang bisa dikatakan tidak memadai. Ini bisa terjadi karena tak ada pembangunan infrastruktur baru dalam jangka waktu yang sangat lama.

"Kilang kita paling baru bikinan tahun 80, selebihnya tahun 60 tahun 40. Dan hanya bisa menghasilkan produk bernilai tambah rendah. Untuk yang kualitasnya tinggi itu harus impor. Tangki-tangki penyimpanan kita hanya mampu menyimpan cadangan 18 hari dan turun terus. Kalau begitu bagaiman kita mau berdaulat energi," tegas dia.

Dengan kondisi yang seperti ini, ia mengharap masyarakat bisa mengerti keputusan sulit yang terpaksa harus diambil Presiden Joko Widodo terkait BBM ini.

(dna/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads