"Kenaikan harga BBM bukan opsi, tapi sudah kewajiban," kata Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani di Gedung Djuanda, Jakarta, Selasa (4/11/2014)
Karena dengan porsi subsidi BBM yang sangat besar di APBN, masyarakat tidak terbantu, khususnya kelas berpenghasilan rendah. Pembangunan negara, menurut Askolani juga menjadi tidak merata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu ketersediaan energi juga sangat terbatas. Tanpa tekanan dari sisi harga, sulit membuat masyarakat akan hemat energi. Begitupun dengan pengembangan energi alternatif.
"Kita nggak akan hemat energi. Kasihan kita. Itu harus diubah," ujar Askolani.
(mkl/dnl)











































