"Jadi 4-5 bulan lalu di media diekspos aib kita. Salah satu pegawai Pertamina Yusro yang bekerja di Pulau Batam selama 5 tahun berturut-turun memberikan fasilitas untuk memanfaatkan kebocoran atau losses minyak," ujar Komisaris Utama Pertamina Sugiharto, pada acara Annual Pertamina Quality Award 2014, di Kantor Pertamina Pusat, Rabu (5/11/2014).
Sugiharto mengatakan, kasus tersebut merupakan pukulan telak bagi Pertamina, yang selama ini mengedepankan kinerja terbaik apalagi bercita-cita menjadi perusahaan kelas dunia pada 2023.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugiharto menegaskan, kondisi ini tidak boleh terus berlanjut. Apalagi Pertamina merupakan pedoman bagi perusahaan BUMN lainnya.
"Ini tidak boleh terjadi lagi, tidak ada saling tuding bahwa losses ada di Pengolahan, ada di (bagian) distribusi, dan di tempat lainnya. Pertamina sekarang ini menjadi perusahaan BUMN yang menjadi role model BUMN lain, kinerja kita harus terbaik untuk capai cita-cita perusahaan kelas dunia 2023," tutupnya.
(rrd/dnl)











































