Pemerintah menargetkan tambahan pembangkit listrik 35.000 MW dalam 5 tahun ke depan yang akan dibangun PT PLN dan swasta, termasuk rencana PLTU Cilacap 5x1.000 MW.
Namun pemerintah juga harus hati-hati menaruh harapan ke investor swasta dalam pembangunan pembangkit listrik karena secara realisasi tingkat keberhasilannya sekitar 40%.
"Target tambahan pembangkit listrik 35.000 MW dalam 5 tahun itu terdiri dari 15.000 MW dibangun PLN, 20.000 MW dibangun swasta, yang 15.000 MW itu (rencana PLN) sudah sesuai dengan RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PLN 2013-2022," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, ditemui di Kantor Diklat PLN Ragunan, Minggu (9/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena faktanya, berdasarkan pengalaman-pengalaman PLN sampai saat ini, pembangunan pembangkit listrik pihak swasta realisasinya hanya 40%, jadi dia mau bangun pembangkit kapasitas 1.000 MW ternyata jadinya hanya 400 megawatt (MW), bahkan ada yang tidak jadi bangun karena masalah keuangan dan banyak lagi," ungkapnya.
Bambang menambahkan, pemerintah saat ini memang banyak melakukan terobosan, diharapkan terobosan ini mampu meningkatkan dan mempercepat pembangunan pembangkit listrik.
"Terobosan ini seperti kata Pak JK (Jusuf Kalla), PLN beli listrik seperti beli nasi goreng, tidak perlu tahu isi bumbu nasi goreng apa, yang penting rasa nasi gorengnya. Seperti rencana pembangunan PLTU Cilacap 5.000 MW, tidak perlu PPA (perjanjian jual beli listrik) dulu yang penting nanti pembangkit selesai PLN beli listriknya," tutupnya.
Berdasarkan data PLN, jumlah pembangkit listrik di Indonesia mencapai 5.765 pembangkit yang tersebar di seluruh Indonesia. Total kapasitas listrik terpasang nasional mencapai 46.103 MW.
Dari jumlah itu, total kapasitas pembangkit yang dimiliki PLN mencapai 34.205 MW. Sedangkan kapasitas pembangkit listrik oleh swasta 11.898 MW atau 25% dari kapasitas nasional.











































