Analis AAA Asset Management Akuntino mengatakan, para investor baik lokal maupun asing saat ini tengah dalam posisi menunggu realisasi kenaikan harga BBM.
"Sejak September tahun ini, net sell (jual bersih) di pasar modal lebih banyak. Mereka menunggu kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM," tuturnya kepada detikFinance, Selasa (11/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia juga akan terus dapat predikat investment grade (layak investasi). Kalau suatu negara dapat predikat investment grade artinya aman buat investasi dan banyak investor akan masuk. Investor kan sebelum berinvestasi dia melihat dulu risiko yang ada di suatu negara," terangnya.
Namun begitu, dia menambahkan, akan ada dampak jangka pendek dari kebijakan kenaikan harga BBM bagi para emiten. Misalnya penurunan laba karena penjualan turun akibat daya beli masyarakat melemah. Meski demikian, dalam jangka panjang justru akan mendorong peningkatan kinerja perseroan.
"Dampaknya dalam jangka pendek jika harga BBM naik kemungkinan margin perusahaan kena, net income turun. Tapi itu sementara. Ke depan, dalam jangka panjang emiten bisa meningkatkan kembali portofolionya. Kalau infrastruktur bagus, ekonomi bagus, investor juga akan masuk," papar Akuntino.
(drk/hds)











































