Dua kapal tersebut bernama MT Pagerungan dan MT Pangkalan Brandan. Kerjasama pembangunan Kapal Tanker ini merupakan komitmen sinergi antar BUMN sebagai implementasi Keppres No. 5/2005 tentang dukungan pengembangan Industri maritim di Indonesia.
"Hal ini juga sebagai perwujudan nilai tambah pada kemampuan industri dalam negeri, karena banyaknya keterlibatan dukungan SDM dan industri-industri pendukung di sekitar galangan kapal," jelas keterangan tertulis PAL yang diterima detikFinance, Rabu (12/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PAL mengatakan, selain dari implementasi pengembangan Industri maritim, sinergi ini akan terus dilakukan untuk peningkatan kinerja dalam pembangunan kapal baru, perbaikan dan pemeliharaan kapal-kapal yang lain.
"Serta menopang dan mendukung Visi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengembalikan kejayaan Indonesia bidang maritim," ujarnya.
Harapan besar di masa depan kapal-kapal yang beroperasi di Republik Indonesia dibangun oleh industri dalam negeri supaya mendukung Industri Maritim Indonesia & Galangan Kapal Nasional dapat berkembang lebih maju dan sekaligus berperan dalam penghematan devisa negara.
Spesifikasi Kapal Tanker 17.500 LTDW yang dikirim ke Pertamina
- Length Over All: 157.200 Meter
- Lenght Between Perpendicular: 149.500 Meter
- Breadth Mould, abt: 27.700 Meter
- Depth Mould, abt: 12.000 Meter
- Design Draf Mould: 7.000 Meter
- Services Speed: 13. 00 Knots
- Gross Tonnage: 17.500 LTDW
- Compliments Officers: 28 Persons
- Class: Nippon Kaiji Kyokai (NK Class)
- Contruction: Double Hull.
Selain 2 unit kapal tanker ukuran 17.500 LTDW tersebut, PAL juga telah menyerahkan 5 kapal lain pesanan Pertamina. Kapal tersebut antara lain:
- Dua unit Kapal Tanker ukuran 3.500 DWT (MT Minas dan MT Melahin, diserahkan pada tahun 1985.
- Kapal Tanker ukuran 6.500 DWT (MT Kurau), diserahkan pada tahun 1992
- Kapal Tanker ukuran 17.500 LTDW (MT Palu Sipat), diserahkan pada tahun 2000
- Kapal MT Fastron ukuran 30.000 LTDW diserahkan pada tahun 2005