Rusia ingin investasi membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Batam, Kepulauan Riau. Indonesia kaya akan uranium untuk pembangkit ini.
Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, potensi uranium di Indonesia cukup banyak, mencapai 70.000 ton.
"Kita punya potensi uranium sebanyak 70.000 ton, tapi belum dieksplorasi secara ekonomis," ujar Djarot kepada detikFinance, Kamis (13/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bangka Belitung paling banyak, tapi selama ini masih menjadi mineral ikutan dalam eksploitasi timah," ungkapnya.
Namun karena masih berupa potensi belum dieksploitasi secara ekonomis, ia lebih menyarankan impor karena harganya lebih murah.
"Kalau eksplorasi itu butuh biaya mahal, kita jadikan cadangan dulu saja uranium kita, karena di negara lain banyak dan harganya lebih murah, di mana saja? Banyak terutama di Rusia, Kanada, Tiongkok, dan lainnya. Makanya Rusia mau bangun PLTN di Indonesia karena mereka juga punya banyak uranium," tutupnya.
(rrd/dnl)











































