Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan, hanya orang kaya yang menikmati subsidi BBM. Karena 70% yang mengonsumsi adalah pemilik mobil.
"Ya terserah kelasnya, tapi yang punya mobil itu bekas atau bagaimana lebih beruntung dibanding saudara kita yang miskin. Karena orang miskin, jangankan konsumsi BBM, untuk punya kendaraan pun bagi mereka hanya mimpi," ujarnya di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (18/11/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggaran BBM subsidi hanya bisa dikalahkan oleh anggaran pendidikan. Itu pun karena sudah ditetapkan dalam undang-undang (UU) yang sebesar 20% dari APBN ditujukan untuk pendidikan.
"Jadi yang mengalahkan itu belanja pendidikan," tegasnya.
Salah satu penyebabnya adalah, penerapan sistem subsidi terhadap barang. Di mana membuat peluang kalangan berpenghasilan tinggi sekali pun mengonsumsi BBM subsidi.
"Harapannya kan supaya orang miskin yang dapat menggunakan BBM, tapi ternyata yang memanfaatkan berbeda," kata Bambang.
(mkl/dnl)











































