Pengakuan Pemerintah: Nelayan Kalah Saing dengan Penyelundup BBM di Tengah Laut

Pengakuan Pemerintah: Nelayan Kalah Saing dengan Penyelundup BBM di Tengah Laut

- detikFinance
Kamis, 20 Nov 2014 11:26 WIB
Pengakuan Pemerintah: Nelayan Kalah Saing dengan Penyelundup BBM di Tengah Laut
Jakarta - Kenaikan harga BBM subsidi Rp 2.000/liter, membuat perbedaan harga dengan BBM non subsidi menipis. Nelayan bakal mendapatkan BBM subsidi dengan mudah.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, sebelum harga BBM dinaikkan, nelayan sulit mendapatkan BBM subsidi karena jatah BBM subsidi diambil oleh para penyelundup, yang menjual BBM subsidi di tengah laut.

"Nelayan selama ini tidak mendapat BBM subsidi, karena disparitas terlalu tinggi. Nelayan kalah bersaing dengan pengumpul yang menjual BBM ke tengah laut," jelas Sofyan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (20/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini dengan bersaingnya harga BBM subsidi dan non subsidi membuat keuntungan penyelundup lebih kecil, dan penyelundupan bakal berkurang. Sehingga nelayan bisa mudah mendapatkan BBM subsidi.

"Sekarang dengan harga yang cukup kompetitif, itu nelayan. Akan mendapatkan BBM subsidi dengan mudah," jelas Sofyan.

(mkl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads