Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, sebelum harga BBM dinaikkan, nelayan sulit mendapatkan BBM subsidi karena jatah BBM subsidi diambil oleh para penyelundup, yang menjual BBM subsidi di tengah laut.
"Nelayan selama ini tidak mendapat BBM subsidi, karena disparitas terlalu tinggi. Nelayan kalah bersaing dengan pengumpul yang menjual BBM ke tengah laut," jelas Sofyan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (20/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang dengan harga yang cukup kompetitif, itu nelayan. Akan mendapatkan BBM subsidi dengan mudah," jelas Sofyan.
(mkl/dnl)










































