"Dari 29 kasus pencurian minyak di Ogan Ilir, wilayah operasi Andera Field pipanya dari Prabumulih ke Kilang Plaju. Dua puluh kasus memang murni pencurian minyak, tapi 9 kasus dugaan kami sengaja disabotase oknum masyarakat," ujar Manajer Hums Pertamina EP Muhammad Baron kepada detikFinance, Senin (24/11/2014).
Baron mengatakan, pipa minyak Pertamina EP dari sumur minyak menuju kilang sengaja dibolongi dan menyebar ke perkebunan karet, ladang pertanian masyarakat. Kemudian masyarakat meminta kompensasi atau ganti rugi atas rusaknya kebunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, Pertamina EP tidak akan memberikan ganti rugi, karena pihaknya juga sama-sama menjadi korban, dan merugi.
"Kami tidak akan memenuhi klaim ganti rugi mereka, karena kita juga korban, pipa kami dibolongi, minyaknya berkurang, ya paling kami sekadar memberikan bantuan saja, tapi bukan ganti rugi," tutup Baron.
(rrd/dnl)











































