"Kami sebagai manajemen Pertamina akan butuh masukan. Kami akan bekerja sama dengan tim reformasi agar transparan," kata Dwi kala dijumpai setelah mengikuti Pertamina Eco Run di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Minggu (30/11/2014).
Rencananya, Dwi dan jajaran manajemen Pertamina akan bertemu Faisal pada pekan depan. "Insya Allah minggu depan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Caranya adalah bagaimana kita mengkomunikasikan cara proses bisnis seperti apa, kita posisinya di mana, pesaing bisnis kita siapa. Itu kita akan buka," tutur Dwi.
Transparansi memang menjadi salah satu pekerjaan utama bagi Dwi. Sebelumnya, isu ini juga dititipkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.
"Pak Dwi harus betul-betul analisis secara mendalam, supply chain Pertamina dari hulu ke hilir. Utamanya bentuk sistem yang accountable, transparan, sehingga semua pihak yakin apa yang dilakukan Pertamina baik untuk bangsa," jelas Rini.
Selama ini, kata Rini, banyak 'permainan' di tubuh Pertamina. Hal ini akan menjadi tantangan terberat Dwi dalam memimpin Pertamina agar bisa menjadi pemain kelas dunia.
"Kita lihat banyak ini-itu, permainan di sini, di situ. Pak Dwi bisa analisis secara mendalam dan efisiensi. Salah satu challenge pertama," ujarnya.
(hds/hds)











































