"Kami masih optimistis BBM subsidi tidak akan jebol, cukup 46 juta kl. Pertama karena selisih harga BBM subsidi dan non subsidi yang tidak terlalu jauh, jadi masyarakat banyak yang menggunakan BBM non subsidi. Kedua karena masih ada sisa kuota dari badan usaha lain (AKR Corporindo) sebanyak 300.000 kl. Ketiga karena kebijakan Bu Susi melarang kapal besar di atas 30 GT menggunakan BBM subsidi," ungkap Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/12/2014).
Andy mengatakan, selama ini 70% kuota BBM subsidi untuk nelayan digunakan kapal besar di atas 30 GT. Oleh karena itu, larangan yang diterapkan Susi dampaknya sangat signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumsi minyak tanah alias kerosin, lanjut Andy, juga di bawah kuotanya. Realisasi konsumsi minyak tanah sampai akhir tahun diperkirakan sekitar 850.000 kl, di bawah kuota 900.000 kl.
"Pertamina juga prediksi over-nya terus turun. Awalnya 1,9 juta kl, turun menjadi 1,6 juta kl. Sekarang malah katanya di bawah 1 juta kl. Semoga nanti akhir turun justru cukup tidak ada yang over," jelasnya.
(rrd/hds)











































