Berkat Menteri Susi, Kuota BBM Subsidi Diyakini Tidak Jebol

Berkat Menteri Susi, Kuota BBM Subsidi Diyakini Tidak Jebol

- detikFinance
Rabu, 17 Des 2014 14:50 WIB
Berkat Menteri Susi, Kuota BBM Subsidi Diyakini Tidak Jebol
Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yakin bahwa kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tahun ini sebanyak 46 juta kiloliter tidak akan terlampaui. Salah satunya akibat kebijakan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"Kami masih optimistis BBM subsidi tidak akan jebol, cukup 46 juta kl. Pertama karena selisih harga BBM subsidi dan non subsidi yang tidak terlalu jauh, jadi masyarakat banyak yang menggunakan BBM non subsidi. Kedua karena masih ada sisa kuota dari badan usaha lain (AKR Corporindo) sebanyak 300.000 kl. Ketiga karena kebijakan Bu Susi melarang kapal besar di atas 30 GT menggunakan BBM subsidi," ungkap Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Andy mengatakan, selama ini 70% kuota BBM subsidi untuk nelayan digunakan kapal besar di atas 30 GT. Oleh karena itu, larangan yang diterapkan Susi dampaknya sangat signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kuota BBM subsidi untuk nelayan 2,1 juta kl per tahun. Itu 70% digunakan kapal di atas 30 GT," ucapnya.

Konsumsi minyak tanah alias kerosin, lanjut Andy, juga di bawah kuotanya. Realisasi konsumsi minyak tanah sampai akhir tahun diperkirakan sekitar 850.000 kl, di bawah kuota 900.000 kl.

"Pertamina juga prediksi over-nya terus turun. Awalnya 1,9 juta kl, turun menjadi 1,6 juta kl. Sekarang malah katanya di bawah 1 juta kl. Semoga nanti akhir turun justru cukup tidak ada yang over," jelasnya.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads