Defisit Listrik di Kabupaten Jambi Ini Berkurang Setelah Dapat Pasokan Gas

Defisit Listrik di Kabupaten Jambi Ini Berkurang Setelah Dapat Pasokan Gas

- detikFinance
Jumat, 19 Des 2014 14:40 WIB
Defisit Listrik di Kabupaten Jambi Ini Berkurang Setelah Dapat Pasokan Gas
Jakarta -

Sebagian besar wilayah Tanjung Jabung Barat saat ini sama sekali belum menikmati listrik. Setidaknya ada 4 kecamatan di sana sama sekali tidak teraliri listrik. Untuk mengatasi kondisi tersebut SKK Migas memasok gas ke PLTMG sebanyak 0,01 mmscfd.

"Berdasarakan informasi Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, hingga saat ini, sebagian besar wilayahnya belum mendapat listrik. Elektrifikasi wilayah tersebut hanya 42%. Empat kecamatan yang belum teraliri listrik sama sekali yaitu Tebing Tinggi, Renah Mendalo, Seberang Kota, dan Kuala Betara," kata Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudianto Rimbo dalam keterangannya, Jumat (19/12/2014).

Rudianto mengatakan, saat ini ada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) di Desa Purwodadi yang diproyeksikan memasok kebutuhan listrik masyarakat di daerah Tebing Tinggi, Tungkal Ulu, Batang Asam, Merlung, Renah Mendalo, dan Muara Papalik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan mulai mengalirkan gas sebesar 0,01 juta kaki kubik per hari (mmscfd) ke PLTMG Purwodadi, Tanjung Jabung Barat pada Jumat malam lalu. Secara bertahap pasokan gas tersebut akan meningkat hingga maksimal 5 mmscfd,"ungkapnya.

"Gas yang dipasok akan menghasilkan 8 megawatt (MW)," tambahnya.

Pasokan gas tersebut sebagai tindaklanjut revisi surat penunjukan penjual gas bumi (seller appointment letter/SAL) untuk JOB Pertamina Talisman Jambi Merang yang ditandatangani Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi pada Kamis, 27 November 2014. Berdasarkan reisi surat tersebut. JOB Jambi Merang menandatangani perjanjian jual beli gas bumi dnegan PDPDE Sumatera Selatan.

Revisi SAL dipilih karena merupakan opsi tercepat untuk mengalirkan gas ke PLTG Purwodadi mengingat kondisi kritis kelistrikan di daerah tersebut. Langkah ini sesuai berkomitmen pemerintah untuk memprioritaskan pasokan gas untuk domestik, khususnya untuk kelistrikan.

Data SKK Migas mencatat, sejak 2003, pasokan gas bumi untuk domestik meningkat rata-rata 9% per tahun. Realisasi pemanfaatan gas bumi untuk konsumen dalam negeri pada tahun 2014 sudah berada di angka 54% dari total pemanfaatan gas bumi. Tahun 2015, komitmen untuk domestik diproyeksikan berada di kisaran 61%.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads