Jokowi-JK Tak Takut Popularitas Turun Karena Hapus Subsidi Bensin Premium

Jokowi-JK Tak Takut Popularitas Turun Karena Hapus Subsidi Bensin Premium

- detikFinance
Senin, 29 Des 2014 11:35 WIB
Jokowi-JK Tak Takut Popularitas Turun Karena Hapus Subsidi Bensin Premium
Jakarta - Pemerintah punya rencana menghapuskan subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Sudirman Said, Menteri ESDM, mengakui bahwa ini adalah keputusan yang berat tetapi perlu dilakukan.

"Pemerintahan ini, khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK), adalah orang-orang yang memiliki keberanian dalam mengambil keputusan sulit tapi penting bagi negara," tegas Sudirman ketika ditemui detikFinance di kediamannya, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (28/12/2014).

Sudirman mengatakan, keputusan tersebut penting bagi negara. Dampak positifnya akan dirasakan cukup lama, khususnya bagi keuangan negara dan kesejahteraan rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan menghapuskan subsidi Premium, pemerintah bisa menghemat anggaran sampai ratusan triliun rupiah. Anggaran ini bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

"Ini sulit, tapi begitu diambil dampaknya akan panjang. Kehebohan tiap tahun ketika menyesuaikan harga BBM bisa dikurangi, karena kita hanya mengurus satu subsidi yaitu Solar," sebut Sudirman.

Sudirman menegaskan, pemerintah sudah berhitung soal dampak politik dan popularitas atas kebijakan tersebut. Namun, bagaimana pun pengambilan kebijakan harus berdasarkan pertimbangan kepentingan negara, bukan popularitas.

"Kalau pemerintah pikirnya politik semata-mata atau populer, pastinya mikir dulu baru keluarkan kebijakan," ujar Sudirman.

(rrd/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads