"Lebih banyak positifnya. Kita sangat berharap ada ruang fiskal lebih besar sehingga keketatan likuiditas bisa diselesaikan," katanya saat acara Ramah Tamah Tahun Baru 2015 di Gedung Soemitro, Jakarta, Senin (5/1/2015).
Likuiditas dari anggaran negara, lanjut Muliaman, akan signifikan bila masuk ke sistem keuangan domestik. Dengan begitu, ketatnya likuiditas yang menyebabkan 'perang' suku bunga tidak perlu terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Muliaman mengungkapkan, bukan berarti tidak ada risiko. Hal yang perlu diwaspadai adalah ketika bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves/The Fed menaikkan suku bunga. Ini menyebabkan dana-dana yang ada di sektor keuangan Indonesia akan tersedot ke Negeri Paman Sam.
"Mudah-mudahan ada ruang gerak lebih besar, walau situasi ekonomi global dinamis. Ruang di dalam negeri cukup besar, jadi industri keuangan lebih baik," sebutnya.
Selain itu, Muliaman menyebutkan, OJK akan terus mendorong berbagai program di sektor keuangan agar bisa lebih maju.
"Misalnya pelayanan keuangan tanpa kantor, akan kita lanjutkan. Lalu desain asuransi mikro, akan buka akses keuangan mikro lebih besar. Cari alternatif pembiayaan jangka panjang untuk infrastruktur. Akan dorong di industri keuangan bukan bank, misal modal ventura, dan fokus menangani grup konglomerasi keuangan," paparnya.
(drk/hds)











































