Para Menteri Merapat ke Kantor Sofyan Djalil Bahas Nasib Kilang TPPI

Para Menteri Merapat ke Kantor Sofyan Djalil Bahas Nasib Kilang TPPI

- detikFinance
Selasa, 13 Jan 2015 19:15 WIB
Para Menteri Merapat ke Kantor Sofyan Djalil Bahas Nasib Kilang TPPI
Ilustrasi kilang
Jakarta - Malam ini, sejumlah menteri Kabinet Kerja berkumpul di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (13/1/2015). Para menteri akan mengikuti rapat koordinasi untuk membahas kelanjutan kilang milik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Telah hadir di kantor Menko Perekonomian Sofyan Djalil adalah Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said. Hadir pula Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan direksi TPPI.

Para menteri dan direksi tersebut mulai merapat jelang pukul 19.00 WIB. Rapat sendiri rencananya dimulai pada pukul 19.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengungkapkan bahwa pada 1 November 2013 lalu Pertamina mengoperasikan kembali kilang TPPI. Pengoperasian tersebut merupakan bagian dari kerja sama pengolahan (Tolling Agreement) antara TPPI dengan Pertamina.

"Tapi, langkah pengoperasian TPPI itu mendapat peringatan atau kita diwanti-wanti sama KPK. Langkah tersebut berpotensi menguntungkan pihak lain yang berujung pada tindakan korupsi. Kita langsung hentikan kerja sama pengoperasian kembali TPPI," ungkap Bambang.

Bambang mengakui bahwa kilang TPPI sangat vital keberadaanya. Namun, akibat manajemen TPPI mengalami gagal bayar kepada para kreditur termasuk Pertamina, akhirnya berujung pada tuntutan pailit pada 28 September 2012. Langkah ini disusul dengan masuknya Pertamina ke manajemen TPPI pada 11 Oktober 2012.

Seperti diketahui, Tim Reformasi Tata Kelola Migas mengusulkan solusi cepat agar peralihan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari RON 88 alias Premium ke RON 92 atau Pertamax berjalan lancar. Solusi tersebut adalah menggunakan fasilitas kilang TPPI.

Namun pihak Tim Reformasi Tata Kelola Migas juga sudah mendapatkan masukan KPK agar hati-hati menggunakan kilang tersebut, karena alasan soal pemilik lama TPPI.

(hds/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads