Sudirman mengatakan, tim ini bekerja dengan anggaran yang sedikit dari Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian ESDM. Jadi tidak banyak anggaran yang dikeluarkan pemerintah.
"Teman-teman (Tim Reformasi Tata Kelola Migas) ini setengah relawan, punya idealisme. Ada bujet sedikit dari Pak Sekjen. Ada penghargaan. Mereka bekerja setengah sukarela. Mereka saya nyatakan sudah cukup, sekarang mereka analisis di belakang meja," papar Sudirman saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, tim tersebut tengah menganalisa bentuk format SKK Migas, serta metode cost recovery. "Terus bagaimana hubungan kelembagaan antara Kementerian ESDM dengan SKK Migas," ujar Sudirman.
(dnl/hen)











































