DPR Desak Solar Turun jadi Rp 6.000/Liter, Sofyan Djalil: Belum Waktunya

DPR Desak Solar Turun jadi Rp 6.000/Liter, Sofyan Djalil: Belum Waktunya

- detikFinance
Rabu, 04 Feb 2015 12:16 WIB
DPR Desak Solar Turun jadi Rp 6.000/Liter, Sofyan Djalil: Belum Waktunya
Jakarta - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah segera menurunkan harga solar. Dari Rp 6.400/liter, menjadi Rp 6.000/liter.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil menerima baik niatan dari para anggota DPR. Namun, pemerintah menilai sekarang bukan waktu yang tepat untuk menurunkan harga solar.

"Kita menganggap bahwa belum waktunya, tentu harus dihitung semua. Nggak boleh dalam perjanjian dengan diskusi di DPR," ungkap Sofyan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/2/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa indikator yang tetap menjadi perhatian sebelum memutuskan harga BBM adalah, harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Jadi harus ada perhitungan dengan matang. Kalau menurunkan mudah, menaikkan nanti? Oleh sebab itu kita biarkan kepada mekanisme keekonomian. Nanti kalau harga naik ya naik, turun ya turun," jelasnya.

Di samping itu, pemerintah punya rencana meningkatkan jumlah cadangan BBM nasional. Program ini membutuhkan biaya, yang akan diambil dari margin harga BBM.

"Kita masih ada kepentingan lain. Misalnya bagaimana meningkatkan storage, meningkatkan ketahanan energi domestik. Oleh karena itu saat ini sedikit Pertamina dapat lebih margin lebih baik sedikit. Tetapi digunakan untuk storage," tukas Sofyan.

(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads