Fokus pertama, Pertamina dan Akuo Energy akan membangun fasilitas energi terbarukan. Misalnya tenaga angin, Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) atau gelombang air laut, dan matahari (solar) di daerah kepulauan.
Kesepakatan kerja sama yang berlangsung di kantor pusat Pertamina ini dilakukan antara Direktur Energi Baru dan Terbarukan Pertamina Yenni Andayani dan Chief Executive Akuo Energy Eric Scotto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kita belum mampu mengembangkan energi terbarukan secara masif. Kerja sama dengan Akuo ini adalah loncatan," kata Yenni saat acara penandatanganan kerja sama, Rabu (11/2/2015).
Pada tahap awal, Pertamina dan Akuo Energy akan menetapkan 3 pulau untuk area pembangkit listrik tenaga matahari. Pembangkit listrik akan dibangun dengan kapasitas 5 MW pada 2016.
"Pada tahun berikutnya, Pertamina dan Akuo Energy akan membangun pembangkit berbasis angin berkapasitas 60 MW," sebutnya.
Di tempat yang sama, VP Corporate Communication Pertamina Ali Mudakir menjelaskan masuknya Pertamina ke bisnis listrik ramah lingkungan tidak berbenturan dengan visi dan misi perseroan. Pertamina saat ini merupakan perusahaan energi yang bisa masuk ke berbagai lini bisnis terkait energi, salah satunya energi listrik.
"Pertamina ini bukan perusahaan minyak lagi. Tapi geothermal, gas, dan energi termasuk listrik. Sekarang aturan sudah memungkinkan ada independent powerplant, geothermal itu kan sudah jual listrik ke PLN," sebut Ali.
(feb/hds)











































